Mengapa perilaku intoleransi ini bisa terjadi?
1. Indonesia adalah negara yang majemuk. Dari segi sosial Indonesia adalah negara yang terdiri atas berbagai macam suku, agama, ras yang berbeda-beda. Salah satu yang hingga kini masih menjadi persoalan adalah persoalan intoleransi beragama. Dalam beberapa kasus, perilaku intoleransi yang dilakukan oleh masyarakat masih saja terjadi.
Menurut pendapat Anda, mengapa perilaku intoleransi ini bisa terjadi? Lalu, apa gagasan yang bisa Anda sumbangkan untuk mengatasi persoalan intoleransi ini?
Jawaban :
Karena munculnya berbagai berita hoax, isu Suku, Agama, Ras, dan antar Golongan (SARA) mulai menguat kembali sejak pasca kemerdekaan. Hal ini juga diikuti dengan persoalan fundamental negara yang secara politik tidak stabil seperti muncul berbagai macam persoalan politik identitas yang memecah belah persatuan dan kesatuan. Gerakan separatis, gerakan terorisme, dan gerakan radikalisme atau fundamentalis keagamaan yang mengarah pada perpecahan bangsa dan negara menjadi persoalan yang perlu diatasi bersama.
Pengertian integrasi nasional (national integration) berakar dari suatu prinsip-prinsip dasar pemahaman tentang ide persatuan di antara perbedaan. Persatuan dibentuk karena terdapat konsep yang diinginkan oleh masyarakat untuk mewujudkan yang namanya negara persatuan.
Kurangnya penghargaan akan keberagaman, timbulnya konflik yang menyebabkan menguatnya sentimen Suku, Agama, Ras, dan antar Golongan karena persoalan tiadanya penghargaan dan pemahaman yang utuh akan keberagaman yang ada. Kasus konflik antar etnis dan agama yang pernah dialami di Indonesia di beberapa daerah, seperti Sampit, Poso, Mesuji, dan beberapa daerah lainnya menjadi indikasi bahwa kurangnya penghargaan akan keberagaman dapat menimbulkan perpecahan dan disintegrasi bangsa.
Kuatnya paham identitas SARA (Suku, Agama, Ras, dan antar Golong-etnis), hubungan antar etnis, agama, ras, dan golongan yang kurang baik akan menyebabkan potensi konflik dan ketegangan di masyarakat semakin menguat. Indonesia pasca reformasi memunculkan gejala tersebut, hubungan antar etnis dan golongan, serta agama yang kurang harmonis menjadi persoalan di beberapa daerah. Paham identitas SARA lebih menonjol daripada paham kebangsaan dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa.
Ketimpangan sosial dan politik. Ketimpangan sosial dan politik menjadi daya dorong menghambat tercapainya integrasi nasional. Negara Indonesia yang luas dan majemuk terkadang belum maksimal tercapai karena persoalan ketimpangan sosial yang semakin tajam di masyarakat dapat menimbulkan iri hati dan sentimen terhadap kelompok lain karena persoalan ekonomi (kaya-miskin), persoalan status sosial, dan kondisi politik yang tidak harmonis. Misalnya muncul partai politik yang kehilangan rasa nasionalisme, semangat persatuan, menonjolkan kesukuan atau agama tertentu lebih unggul dan dominan.
Dalam integrasi nasional memerlukan prasyarat yang perlu dipenuhi antara lain: 1.Kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan yang sama, untuk mencapai suatu yang satu dan berpersatuan diperlukan kesadaran bersama akan nilai-nilai yang telah disepakati bersama. Kesadaran ini tidak dapat bersifat individual, tetapi kesadaran ini dibangun atas dasar kesadaran bersama kesadaran kelompok untuk membangun tatanan masyarakat yang memiliki prinsip-prinsip nilai bersama, yaitu membangun tatanan masyarakat yang sadar akan ideologi dan nilai-nilai bersama sebagaimana terdapat di dalam Pancasila.
2.Adanya konsensus bersama, syarat tercapainya integrasi nasional karena ada konsensus bersama yang dilakukan dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat, perlakuan yang adil, merata, dan tanpa diskriminatif menjadi nilai dasar untuk membangun integrasi nasional. Konsensus bersama ini juga mengacu pada nilai-nilai nasional yang bersumber pada nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila.
3.Adanya nilai dasar bersama, nilai-nilai dasar bersama yang dimiliki dalam kehidupan masyarakat dan bangsa muncul dari praktik kehidupan dan nilai secara nasional diakui, dilembagakan, dan diletakkan dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Dasar nilai bangsa Indonesia ialah Pancasila. Pancasila menjadi dasar nilai yang telah disepakati dan menjadi dasar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Nilai dasar dalam kehidupan kebangsaan Indonesia mengacu pada sila-sila Pancasila, yaitu: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan.
Post a Comment for "Mengapa perilaku intoleransi ini bisa terjadi?"